Roket Nuklir Bertenaga Dorong 100.000 N: Solusi Perjalanan Cepat ke Mars

Roket Nuklir Bertenaga Dorong 100.000 N: Solusi Perjalanan Cepat ke Mars

Gambar representasi Roket Propulsi Plasma. (NASA)

Mars, dikenal sebagai Planet Merah, telah lama menjadi pusat perhatian dalam pencarian kehidupan alien dan upaya membangun koloni manusia. Namun, perjalanan menuju Mars penuh dengan berbagai tantangan. NASA telah berupaya mengembangkan teknologi untuk mengirim astronot dan muatan ke Mars secara efisien dan cepat.

Langkah awal menuju Mars adalah menciptakan sistem propulsi yang mampu mengangkut kargo besar dengan cepat ke planet yang jauh ini. Howe Industries, perusahaan yang berbasis di AS, telah mengembangkan teknologi roket plasma berdenyut (Pulsed Plasma Rocket, PPR). Teknologi ini mampu menghasilkan daya dorong hingga 100.000 Newton dengan impuls spesifik (Isp) sebesar 5.000 detik, memenuhi dua persyaratan utama untuk misi luar angkasa. Hal ini menjadikan PPR sebagai kandidat yang menjanjikan untuk misi ruang angkasa masa depan.

Related: Revolusi Warp Drive: Masa Depan Penjelajahan Luar Angkasa

Konsep Roket Plasma Berdenyut

Pesawat ruang angkasa saat ini memerlukan kecepatan tinggi untuk menempuh jarak jauh di luar angkasa. Hal ini dapat dicapai dengan merancang sistem propulsi dengan daya dorong dan impuls spesifik tinggi, namun teknologi semacam itu saat ini belum ada. Konsep PPR bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut penelitian sebelumnya, PPR adalah evolusi dari konsep Pulsed Fission Fusion, yang memanfaatkan energi nuklir untuk menghasilkan daya dorong bagi pesawat ruang angkasa. PPR menggunakan bahan berbasis fisi yang memperoleh energi dari pemisahan inti atom yang terkontrol.






Selain itu, PPR lebih kecil, sederhana, dan lebih murah dibandingkan dengan konsep propulsi fisi-fusi berdenyut. Menurut siaran pers NASA, "Performa PPR yang luar biasa, menggabungkan Isp tinggi dan daya dorong tinggi, berpotensi merevolusi eksplorasi ruang angkasa. Efisiensi tinggi sistem ini memungkinkan misi berawak ke Mars dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan." Namun, perjalanan satu arah biasanya memakan waktu setidaknya sembilan bulan dari Bumi ke Mars.

Gambar yang disederhanakan dari sistem PPR. (Brianna Clement)


Kemampuan PPR Melebihi Mars

Kemampuan yang ditawarkan oleh PPR membuka peluang baru dalam eksplorasi ruang angkasa. Teknologi ini mampu mendorong pesawat ruang angkasa yang jauh lebih berat dibandingkan sistem propulsi konvensional. Menurut rilis NASA, PPR akan dirancang dengan perisai pelindung berteknologi tinggi terhadap Sinar Kosmik Galaksi, partikel berenergi tinggi yang berbahaya bagi kesehatan manusia selama perjalanan ruang angkasa jangka panjang.

Baca Juga

Menariknya, kemampuan propulsi canggih PPR membuatnya cocok untuk misi di luar Mars, seperti misi ke Sabuk Asteroid. Teknologi ini juga dapat memberikan akses ke Sabuk Asteroid untuk penambangan dan eksplorasi sumber daya lainnya. Studi Fase I Konsep Lanjutan Inovatif NASA (NIAC) dari teknologi PPR ini berfokus pada "penilaian neutronik sistem, merancang pesawat ruang angkasa, sistem tenaga, dan subsistem yang diperlukan, menganalisis kemampuan nosel magnetik, serta menentukan lintasan dan manfaat PPR." Fase II dapat membawa NASA lebih dekat untuk mewujudkan impian Mars dengan desain mesin yang disempurnakan, uji coba dunia nyata, dan desain kapal untuk penerbangan manusia yang aman ke Mars.






Saat ini, Mars hanya memiliki robot penjelajah yang telah menjadi penghuni tetap tanpa perlu kembali ke Bumi. Namun, bagi manusia, tinggal lama di lingkungan Mars yang keras merupakan tantangan besar. Ketika Bumi dan Mars berada paling dekat dalam keselarasan orbitnya, perjalanan pulang yang cepat menjadi mungkin. Namun, untuk keselarasan yang sempurna ini, astronot mungkin harus menunggu dalam waktu yang lama, bahkan hingga setahun.

Mengembangkan sistem propulsi seperti PPR dapat memecahkan masalah ini dan mengurangi waktu perjalanan antara kedua planet secara signifikan.









Baca Juga