Aksi Boikot Tesla dan Produk Elon Musk Meluas di AS, Apa yang Terjadi?

Tesla dan Starlink menghadapi boikot besar besaran akibat kebijakan kontroversial Elon Musk dalam pemerintahan AS.

Foto: REUTERS/Carlos Barria

Perusahaan teknologi raksasa milik Elon Musk, Tesla dan Starlink, menghadapi gelombang boikot besar-besaran di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. Boikot ini dipicu oleh keterlibatan Musk dalam politik AS, terutama setelah ia ditunjuk sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency/DOGE) dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.


Latar Belakang Boikot

1. Elon Musk dan Keterlibatan Politiknya
Elon Musk dikenal sebagai pengusaha yang berfokus pada inovasi teknologi, namun belakangan ia semakin terlibat dalam urusan politik. Setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS 2024, Musk menerima jabatan sebagai pemimpin DOGE, sebuah departemen baru yang bertugas meningkatkan efisiensi anggaran dan operasional pemerintah.

Sebagai kepala DOGE, Musk mengusulkan beberapa kebijakan kontroversial, seperti:

Pemangkasan besar-besaran pegawai pemerintah, termasuk di bidang sosial dan lingkungan.

Pembubaran beberapa lembaga federal, termasuk Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Privatisasi beberapa layanan publik untuk mengurangi beban anggaran negara.

Kebijakan ini memicu gelombang protes dari berbagai pihak, terutama kelompok pekerja, aktivis lingkungan, dan mantan pegawai lembaga yang dibubarkan.

2. Reaksi Publik dan Boikot Tesla
Banyak pelanggan Tesla kecewa dengan langkah Musk dan mulai mengkampanyekan boikot terhadap mobil listrik Tesla. Gerakan bernama "Tesla Takedown" muncul di berbagai kota besar di AS, di mana pemilik Tesla berkumpul di dealer resmi untuk memprotes kebijakan Musk.

Beberapa pengguna Tesla bahkan memilih untuk menjual kembali mobil mereka sebagai bentuk perlawanan. Mereka menilai bahwa mendukung Tesla sama saja dengan mendukung kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat kecil.

3. Starlink Juga Kena Imbas
Layanan internet satelit Starlink, yang selama ini sangat populer di daerah pedesaan dan negara berkembang, juga terkena dampak boikot.

• Di Amerika Serikat, banyak pengguna membatalkan langganan Starlink setelah mengetahui keterlibatan Musk dalam kebijakan Trump.

• Di Eropa, khususnya Inggris, beberapa organisasi dan individu mulai mencari alternatif lain selain Starlink karena menganggap Musk terlalu dekat dengan kebijakan kontroversial pemerintah AS.
Baca juga:

Dampak Boikot terhadap Tesla dan Starlink

1. Penurunan Penjualan dan Saham Tesla
Akibat boikot ini, saham Tesla anjlok tajam dalam beberapa hari terakhir. Pada 18 Maret 2025, harga saham Tesla turun 5,34% menjadi 225,31 dolar AS per saham, menyebabkan Musk kehilangan sekitar 148 miliar dolar AS dari total kekayaannya.

Di sisi lain, jumlah pre-order Tesla Cybertruck terbaru juga menurun drastis, yang menunjukkan dampak nyata dari gerakan boikot ini.

2. Penurunan Pelanggan Starlink
Starlink mengalami lonjakan pembatalan langganan dalam sepekan terakhir, terutama di negara-negara yang kritis terhadap kebijakan AS. Banyak pelanggan mulai mencari alternatif layanan internet satelit lain, seperti OneWeb dan Amazon Kuiper.
 

Tanggapan Elon Musk

Elon Musk belum memberikan pernyataan resmi terkait boikot ini, tetapi dalam beberapa cuitannya di X (Twitter), ia menyatakan bahwa:

"Saya hanya ingin membantu meningkatkan efisiensi pemerintahan. Saya tidak peduli dengan politik, saya hanya ingin dunia menjadi tempat yang lebih baik."

Namun, banyak pihak yang tetap menganggap Musk terlalu berpihak pada kebijakan Trump, sehingga kepercayaan terhadap Tesla dan Starlink mulai goyah.
Baca juga:

Boikot terhadap Tesla dan Starlink menunjukkan bahwa keterlibatan seorang CEO dalam politik dapat berdampak besar terhadap bisnisnya. Elon Musk kini berada dalam posisi sulit, di mana keputusan politiknya bisa berpengaruh terhadap masa depan perusahaan-perusahaannya.

Apakah boikot ini akan berlanjut dan semakin meluas? Ataukah Tesla dan Starlink mampu bertahan dari badai ini? 

Baca Juga