BMW dan Huawei Berkolaborasi, Siap Geser Dominasi BYD?
![]() |
Ilustrasi logo mobil. (Pexels) |
BMW dan Huawei telah menjalin kerja sama yang menarik di dunia otomotif dan teknologi. Langkah ini membuka babak baru dalam industri mobilitas, di mana dua pemimpin dari sektor yang berbeda bersatu untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas dan terhubung.
BMW, dengan reputasi sebagai produsen mobil mewah asal Jerman, kini merangkul inovasi teknologi dari Huawei dengan mengadopsi sistem operasi HarmonyOS NEXT untuk lini kendaraan listrik Neue Klasse mereka di pasar China.
Keputusan ini bukan sekadar pembaruan perangkat lunak biasa, melainkan sebuah transformasi besar dalam cara mobil dan teknologi digital berinteraksi. China telah berkembang menjadi pusat inovasi global, bukan lagi sekadar tempat produksi.
![]() |
Huawei sang raja teknologi China - memutuskan untuk berkolaborasi dengan Huawei. (Shutterstock) |
Dengan banyaknya pengguna BMW di negara tersebut yang juga menggunakan perangkat Huawei, sinergi ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
BMW menerapkan pendekatan fleksibel dalam strategi digital mereka. Untuk pasar global, mereka tetap menggunakan iDrive X berbasis Android Automotive OS. Namun, di China, mereka memberikan pengalaman berbeda dengan mengadopsi HarmonyOS NEXT.
Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk tetap mempertahankan identitas merek secara global, sembari menawarkan pengalaman yang lebih relevan bagi konsumen di China.
![]() |
Semua varian BMW Seri 3 terbaru kini hadir dalam transmisi 8-percepatan dengan tuas transmisi yang baru dan hadir sebagai standar. (ANTARA/Maria Cicilia Galuhteptronic) |
Investasi besar BMW di China menjadi bukti keseriusan mereka dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Dengan empat pusat penelitian dan pengembangan yang tersebar di Beijing, Shanghai, Shenyang, dan Nanjing, BMW memastikan bahwa mereka tidak hanya mengikuti tren tetapi juga berperan aktif dalam membentuk masa depan industri otomotif.
Tahun 2026 akan menjadi momen penting ketika Neue Klasse mulai meluncur di jalanan China, menampilkan bagaimana teknologi dan otomotif dapat berpadu dengan harmonis. Dalam persaingan ketat dengan produsen lokal seperti BYD, BMW tidak hanya berusaha bersaing tetapi juga beradaptasi dan berkembang.
Kerja sama antara BMW dan Huawei bukan sekadar strategi bisnis, tetapi juga mencerminkan bagaimana industri otomotif berkembang di era digital. Dengan menggabungkan keunggulan rekayasa Jerman dan inovasi teknologi China, kemitraan ini membuka jalan bagi masa depan mobilitas yang lebih canggih dan terhubung.
Gabung dalam percakapan