KRL Baru Impor dari China Masih Uji Coba, Ditargetkan Beroperasi April 2025

KRL baru impor dari China ditargetkan beroperasi April 2025 setelah uji coba. KCI juga akan menerima KRL buatan INKA dan retrofit.

(Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang melakukan uji coba internal terhadap KRL baru yang diimpor dari China, sebelum resmi beroperasi. KRL produksi CRRC Sifang ini ditargetkan dapat melayani penumpang mulai April 2025, setelah melewati berbagai tahapan pengujian dan sertifikasi.

Selain KRL impor, KCI juga akan menerima KRL buatan PT INKA serta KRL retrofit yang diperbarui dari armada lama. Kehadiran KRL baru ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan pengguna KRL di Jabodetabek.

Uji Coba Internal KRL Impor dari China

Saat ini, KRL baru buatan CRRC Sifang masih dalam tahap asesmen internal yang dilakukan oleh KCI. Uji coba ini mencakup berbagai aspek teknis untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan sebelum mendapatkan sertifikasi operasional.

Salah satu persyaratan utama dalam uji coba ini adalah mencapai jarak tempuh 4.000 kilometer di jalur KRL sebelum dilakukan asesmen lebih lanjut oleh DJKA. Setelah satu rangkaian lulus asesmen, rangkaian lainnya akan menjalani pengujian dengan jarak tempuh yang lebih pendek, yaitu 2.000 kilometer sebelum beroperasi.

Menurut Public Relations Manager KCI, Leza Arlan, target pengoperasian KRL baru ini adalah April 2025, dengan mempertimbangkan seluruh tahap uji coba dan sertifikasi yang diperlukan.

Baca juga:

Kehadiran KRL Buatan INKA dan KRL Retrofit

Selain mengimpor KRL dari China, KCI juga akan menerima 16 rangkaian KRL baru produksi PT INKA (Persero) yang dijadwalkan tiba secara bertahap mulai pertengahan tahun 2025. Saat ini, satu rangkaian sudah diproduksi, dan akan segera dikirim untuk proses asesmen internal oleh KCI sebelum mendapatkan sertifikasi dari DJKA.

Di samping itu, terdapat dua rangkaian KRL retrofit yang merupakan hasil pembaruan dari armada lama. Dengan demikian, secara total akan ada 29 rangkaian KRL baru yang akan menggantikan 60 rangkaian KRL lama yang akan dikonservasi.

Dampak Kehadiran KRL Baru bagi Penumpang

Meskipun jumlah armada tidak bertambah secara signifikan, kehadiran KRL baru tetap memberikan sejumlah manfaat bagi pengguna transportasi publik, antara lain:

1. Kenyamanan yang Lebih Baik

KRL baru dirancang dengan desain yang lebih modern, memiliki gerbong yang lebih luas, serta fasilitas yang lebih baik untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
2. Kapasitas Angkut Lebih Besar

Setiap rangkaian KRL baru terdiri dari 12 gerbong, lebih panjang dibandingkan sebagian armada lama yang hanya memiliki 8 gerbong. Dengan peningkatan jumlah gerbong ini, kapasitas angkut per perjalanan menjadi lebih besar.

3. Headway Lebih Pendek

Dengan lebih panjangnya rangkaian kereta, frekuensi keberangkatan dapat lebih optimal. Jika sebelumnya penumpang harus menunggu beberapa kali perjalanan karena kapasitas terbatas, kini dengan rangkaian yang lebih panjang, kemungkinan mendapatkan tempat di perjalanan pertama atau kedua semakin besar.

Baca juga:

Proses Sertifikasi oleh Kemenhub

Sebelum dioperasikan untuk melayani masyarakat, KRL baru harus mendapatkan sertifikasi kelayakan dari DJKA Kemenhub. Proses ini mencakup berbagai uji coba dan asesmen teknis untuk memastikan keamanan, performa, serta kesesuaian dengan standar perkeretaapian nasional.

KCI menegaskan bahwa semua rangkaian KRL baru, baik dari China maupun produksi INKA, harus memenuhi standar keselamatan sebelum mulai beroperasi. Dengan adanya rangkaian baru ini, diharapkan layanan KRL di Jabodetabek semakin andal, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna.

Kehadiran KRL baru yang diimpor dari China serta produksi dalam negeri oleh PT INKA merupakan langkah penting dalam modernisasi transportasi perkotaan di Indonesia. Dengan uji coba yang saat ini sedang berlangsung, KCI menargetkan KRL baru dapat mulai beroperasi pada April 2025.

Selain meningkatkan kenyamanan dan kapasitas angkut, KRL baru juga diharapkan dapat memperpendek waktu tunggu bagi penumpang. Dengan proses asesmen dan sertifikasi yang dilakukan secara ketat, diharapkan kehadiran armada baru ini dapat meningkatkan pengalaman perjalanan pengguna KRL di masa mendatang.

Baca Juga