Pelajar SMK Pontianak Berhasil Luncurkan Roket Amatir Pertama di Indonesia
Roket Nusantara mencapai ketinggian 903 meter dalam misi Bridge kedua, melampaui target awal.
![]() |
Pelajar SMKN 4 Pontiank berhasil meluncurkan Roker pertama di Indonesia. (Linkedin) |
Tiga siswa SMKN 4 Pontianak yang tergabung dalam Tim Mengangkasa sukses mencatatkan sejarah dengan meluncurkan roket amatir pertama di Indonesia. Roket yang mereka beri nama Roket Nusantara ini berhasil mencapai ketinggian 903 meter, melampaui target awal 700 meter, dalam uji coba peluncuran pada Maret 2025.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari misi Bridge kedua, yang mencakup tiga kali peluncuran roket. Di bawah bimbingan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), tim ini mempersiapkan roket dengan matang, termasuk pengujian komponen seperti sistem avionik, propelan, parasut roket, ignitor, hingga perangkat detonator.
Dalam proyek ini, Tim Mengangkasa juga bekerja sama dengan Tim Bamtara Pans, yang berkontribusi dengan menyumbangkan satelit Kensat sebagai muatan roket.
Peluncuran pertama dilakukan pada Januari 2025 sebagai bagian dari uji coba tahap awal. Meskipun mengalami kendala teknis, seperti masalah pada perangkat ignitor, tim tetap berhasil meluncurkan roket dalam dua kali percobaan pada hari pertama. Data telemetri mencatat bahwa roket ketiga mencapai 800 meter, sementara roket keempat melesat hingga 903 meter.
Baca juga:
Menurut Afiq Hendika Sulistya, mentor dari PSN yang mendampingi Tim Mengangkasa, hasil peluncuran kali ini sesuai dengan ekspektasi dan menunjukkan bahwa desain roket cukup stabil. "Sangat sesuai dengan ekspektasi. Kami mencapai apogee target, yaitu hampir satu km dengan engine yang ternyata cukup prima," ungkap Afiq dalam keterangannya.
Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Tim Mengangkasa untuk terus menyempurnakan teknologi roket mereka. Salah satu fokus utama evaluasi mereka adalah sistem penyebaran parasut agar peluncuran berikutnya lebih optimal dan aman.
"Target utama kami adalah mencapai apogee sekitar 700 meter. Kedua, kami bisa mendapatkan data dari roket, terutama dari pergerakannya, ketinggiannya, dan arahnya," tambah Afiq. Tim berharap peluncuran final Roket Nusantara akan berjalan lebih sukses, dengan semua target tercapai dan data yang diperoleh bermanfaat untuk pengembangan lebih lanjut di bidang teknologi roket di Indonesia.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu berkontribusi dalam bidang teknologi kedirgantaraan. Roket Nusantara bukan hanya sekadar proyek sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa Indonesia lebih maju dalam eksplorasi luar angkasa.
Dengan semakin banyaknya program pembinaan dari industri dan pemerintah, seperti yang dilakukan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara, diharapkan inovasi semacam ini dapat berkembang lebih jauh dan menciptakan generasi baru ilmuwan dan insinyur roket di Tanah Air.
Gabung dalam percakapan