Teknologi Turbin Pasang Surut jepang untuk Masa Depan Energi Bersih

"Jepang mengembangkan turbin pasang surut untuk energi bersih, seperti AR1100 di Selat Naru dan Kairyu yang memanfaatkan arus laut."

Credit Offshore Energy

Jepang, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi laut, terutama dari arus pasang surut dan gelombang. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah mengembangkan berbagai jenis turbin pasang surut dan sistem konversi energi laut untuk mendukung transisi ke energi bersih. Berikut adalah beberapa inovasi utama dalam teknologi turbin pasang surut yang dikembangkan oleh Jepang:


1. Turbin Pasang Surut AR1100 di Selat Naru

Credit Offshore Energy

Pada tahun 2024, Proteus Marine Renewables, perusahaan pengembang teknologi energi laut asal Jepang, berhasil memasang turbin pasang surut AR1100 di Selat Naru, yang terletak di lepas pantai barat daya Jepang. Turbin ini memiliki kapasitas 1,1 megawatt (MW) dan merupakan salah satu proyek komersial pertama yang menggunakan tenaga arus pasang surut untuk menghasilkan listrik.

Keunggulan dan Potensi Energi

Turbin AR1100 memanfaatkan arus laut yang kuat di Selat Naru untuk menghasilkan energi secara stabil. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Kepulauan Goto.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya Jepang untuk dekarbonisasi sektor energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Tantangan dan Pengembangan Selanjutnya

Meskipun proyek ini telah menunjukkan hasil yang positif, masih ada tantangan dalam hal efisiensi turbin, biaya operasional, dan daya tahan terhadap kondisi laut ekstrem. Jepang berencana untuk terus meningkatkan teknologi ini guna meningkatkan kapasitas energi yang dihasilkan dan memperluas penerapan turbin pasang surut di lokasi lain.

Related:

2. Prototipe Turbin Bawah Laut "Kairyu"

Credit Offshore Energy

Pengembangan oleh IHI Corporation

Salah satu inovasi paling menarik dalam energi laut adalah turbin bawah laut "Kairyu", yang dikembangkan oleh IHI Corporation. Turbin ini memiliki bobot sekitar 330 ton dan telah diuji coba di perairan yang lebih dalam.

Cara Kerja Turbin "Kairyu"

Turbin ini dipasang pada kedalaman 30-50 meter di bawah permukaan laut. Menggunakan dua baling-baling berdiameter 11 meter, yang berputar berlawanan arah untuk menstabilkan perangkat.

Memanfaatkan arus laut Kuroshio, salah satu arus laut terkuat di dunia, yang mengalir dari Samudra Pasifik menuju pantai timur Jepang.

Turbin ini mampu menghasilkan daya stabil sebesar 100 kilowatt (kW) pada tahap uji coba, dengan potensi pengembangan hingga 2 MW dalam skala komersial.

Keunggulan Teknologi "Kairyu"

Stabilitas daya tinggi: Arus laut Kuroshio bersifat konstan dan dapat diandalkan sebagai sumber energi terbarukan.
Desain modular: Memungkinkan perawatan lebih mudah dibandingkan turbin yang dipasang di permukaan laut.
Minim dampak lingkungan: Dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga ombak, turbin bawah laut seperti "Kairyu" lebih sedikit mengganggu ekosistem laut.

Related:

Penelitian oleh Okinawa Institute of Science and Technology (OIST)

Para ilmuwan di Okinawa Institute of Science and Technology (OIST) telah mengembangkan turbin pasang surut yang terinspirasi dari sirip punggung lumba-lumba. Inovasi ini bertujuan untuk menangkap energi kinetik dari gelombang laut dan mengubahnya menjadi listrik.

Spesifikasi dan Keunggulan

Dikenal sebagai Wave Energy Converter (WEC)Dipasang di dasar laut dengan bilah fleksibel yang mampu menahan terjangan ombak besar, termasuk badai taifun yang sering terjadi di Jepang.

Selain menghasilkan energi, teknologi ini juga membantu mengurangi erosi pantai atau abrasi.

Manfaat dan Potensi

Sumber energi berkelanjutan: Gelombang laut lebih stabil dibandingkan energi surya atau angin.
Meningkatkan ketahanan pantai: Mencegah kerusakan akibat gelombang besar dengan menyerap sebagian energinya.
Dapat dikombinasikan dengan teknologi lain: Bisa digunakan bersama dengan turbin bawah laut atau panel surya terapung untuk meningkatkan produksi energi.


Meskipun Jepang telah mencapai kemajuan besar dalam teknologi turbin pasang surut, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi:

Tantangan Teknis

Efisiensi energi: Teknologi turbin masih perlu dikembangkan agar lebih efisien dalam menangkap energi dari arus laut.
Ketahanan material: Perangkat harus dirancang agar tahan terhadap korosi akibat air laut dan tekanan tinggi di bawah laut.

Tantangan Ekonomi

Biaya produksi tinggi: Turbin bawah laut dan turbin pasang surut masih memiliki biaya investasi yang lebih tinggi dibandingkan energi angin atau surya.
Skalabilitas proyek: Masih diperlukan investasi besar untuk mengembangkan sistem yang dapat digunakan dalam skala industri.

Rencana Masa Depan

Jepang berencana untuk memperluas pengembangan turbin pasang surut di berbagai lokasi strategis, terutama di wilayah yang memiliki arus laut kuat seperti Selat Tsugaru dan Pantai Timur Jepang.

Pemerintah Jepang juga sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan negara lain, seperti Inggris dan Norwegia, yang telah lebih dulu mengembangkan teknologi energi pasang surut.


Jepang terus memimpin dalam inovasi energi terbarukan dengan pengembangan turbin pasang surut dan turbin bawah laut. Dengan proyek seperti AR1100 di Selat Naru, turbin "Kairyu", dan Wave Energy Converter (WEC), negara ini menunjukkan komitmen kuat terhadap dekarbonisasi dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Meskipun masih ada tantangan teknis dan ekonomi, kemajuan ini menandakan potensi besar energi pasang surut sebagai sumber listrik bersih di masa depan. Jika teknologi ini dapat dioptimalkan dan diperluas secara komersial, Jepang bisa menjadi salah satu pemimpin global dalam energi laut.

Howdy! How can we help you today?
Type here...