Amazon Bersiap Meluncurkan Satelit Kuiper untuk Menyaingi Starlink

(Amazon Project Kuiper Official Page)


Amazon semakin serius dalam memasuki industri internet satelit dengan proyek ambisiusnya, Kuiper. Dengan lebih dari 7.000 satelit Starlink milik SpaceX yang sudah beroperasi dan melayani lebih dari lima juta pengguna di 125 negara, Amazon berupaya mengejar ketertinggalan dalam perlombaan konektivitas berbasis luar angkasa.

Amazon mengumumkan bahwa peluncuran pertama satelit operasional Kuiper akan dilakukan pada 9 April pukul 12 siang ET dari Cape Canaveral, Florida. Roket Atlas V milik United Launch Alliance (ULA) akan digunakan dalam peluncuran ini, yang juga akan disiarkan secara langsung melalui situs web ULA.

Peluncuran ini merupakan tonggak penting karena akan menjadi pertama kalinya Amazon menerbangkan dan mengoperasikan desain satelit finalnya dalam jumlah banyak. Rajeev Badyal, Wakil Presiden Kuiper, menyatakan bahwa meskipun telah dilakukan berbagai pengujian di darat, ada beberapa hal yang hanya bisa dipelajari melalui penerbangan langsung.

Diluncurkan pada 2019, Proyek Kuiper bertujuan untuk membangun jaringan lebih dari 3.000 satelit guna menyediakan akses internet ke berbagai wilayah terpencil di dunia. Amazon mengalokasikan dana sebesar $10 miliar untuk proyek ini, meskipun beberapa analis memperkirakan bahwa total investasi bisa mencapai $20 miliar.

Kuiper dirancang untuk bersaing dengan pemain besar seperti Starlink, OneWeb, dan SpaceSail China. Amazon percaya bahwa keunggulannya dalam bidang komputasi awan dan distribusi produk akan memberikannya posisi kompetitif di pasar ini. 

Pengguna Kuiper nantinya akan mengakses layanan melalui terminal khusus yang dapat mengirim dan menerima sinyal dari satelit.
Amazon harus memenuhi persyaratan dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk meluncurkan setidaknya 1.618 satelit—setengah dari total rencana konstelasi—sebelum Juli 2026. Untuk mencapai target ini, perusahaan telah mengamankan lebih dari 80 kontrak peluncuran dari berbagai penyedia, termasuk ULA, Blue Origin, dan SpaceX.

Pada 2022, Amazon memesan 83 peluncuran roket dalam salah satu kesepakatan peluncuran komersial terbesar dalam sejarah. Meskipun perusahaan telah berhasil menguji dua prototipe satelit pada Oktober 2023, peluncuran satelit operasional sempat tertunda akibat prioritas misi Angkatan Luar Angkasa AS oleh ULA.

Meskipun Amazon baru memulai, SpaceX telah memperluas jaringan Starlink secara agresif dengan sekitar 8.000 satelit di orbit. Dominasi Starlink di pasar ini telah menarik berbagai pelanggan, termasuk lembaga militer dan intelijen yang membutuhkan komunikasi yang aman.
Amazon menghadapi tantangan besar untuk mengejar ketertinggalannya. 

Namun, dengan pengalaman luasnya dalam layanan web dan distribusi global, perusahaan ini optimis dapat mengambil bagian dari pasar yang sedang berkembang pesat. Dengan peluncuran satelit operasionalnya yang semakin dekat, Proyek Kuiper kini siap menjadi pesaing serius di industri internet berbasis satelit.


Howdy! How can we help you today?
Type here...