Donald Trump Terapkan Tarif Timbal Balik 32% Terhadap Indonesia
![]() |
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan tarif timbal balik yang akan diterapkan terhadap lebih dari 180 negara dan wilayah. (Foto: Getty/Win McNamee) |
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan kebijakan tarif timbal balik yang baru yang akan diberlakukan terhadap lebih dari 180 negara dan wilayah. Kebijakan ini ditujukan untuk menanggapi tarif yang lebih tinggi yang dikenakan oleh negara-negara tersebut terhadap barang-barang dari AS.
Dalam daftar yang diumumkan, AS menunjukkan tarif baru yang akan dikenakan kepada setiap negara, termasuk negara-negara besar seperti Uni Eropa dan China.
Berdasarkan kebijakan ini, Indonesia akan dikenakan tarif timbal balik sebesar 32 persen. Angka ini relatif besar dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Baca juga:
Sebagai perbandingan, Malaysia akan dikenakan tarif sebesar 24 persen, sementara Filipina hanya 17 persen. Bahkan tarif untuk Indonesia hanya selisih dua persen lebih rendah dibandingkan tarif untuk China yang mencapai 34 persen.
Menurut Presiden Trump, kebijakan ini adalah bagian dari upaya untuk melindungi industri dalam negeri AS dengan cara menanggapi tarif impor yang lebih tinggi dari negara lain terhadap produk-produk Amerika.
Sebagai contoh, Indonesia dikenakan tarif tinggi terhadap produk etanol asal AS, sementara AS hanya mengenakan tarif lebih rendah terhadap produk serupa dari Indonesia.
Baca juga:
Tarif ini mulai berlaku pada 9 April 2025, dan diperkirakan akan berdampak besar pada sektor perdagangan, terutama di industri otomotif dan elektronik. Produk-produk dari Indonesia yang sebelumnya relatif terjangkau bagi konsumen AS kemungkinan akan mengalami lonjakan harga.
Selain itu, kebijakan ini juga dapat mempengaruhi ekspor Indonesia ke AS, yang merupakan salah satu pasar terbesar bagi produk-produk Indonesia.
Namun, kebijakan ini juga memunculkan kekhawatiran akan timbulnya balasan dari negara-negara mitra dagang AS, yang dapat memperburuk hubungan perdagangan global. Beberapa ekonom memperingatkan bahwa tarif tinggi ini bisa mendorong inflasi di AS dan menaikkan biaya barang bagi konsumen.
Baca juga:
Pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada tantangan untuk merespons kebijakan ini dengan cepat, agar dampaknya terhadap perekonomian nasional dapat diminimalisir.
Beberapa langkah strategis, seperti negosiasi perdagangan atau penyesuaian kebijakan ekonomi domestik, mungkin diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari kebijakan tarif timbal balik ini.
Sebagai langkah awal, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan potensi reaksi dari negara-negara besar lainnya dan mencari solusi untuk menjaga keseimbangan dalam perdagangan internasional. Kebijakan Trump ini bisa menjadi batu uji bagi hubungan ekonomi AS dengan banyak negara, termasuk Indonesia.
Gabung dalam percakapan