China Kecam Keras Tarif Tambahan dari AS, Siap Ambil Tindakan Balasan
China tolak keras tarif baru AS, sebut langkah Trump sepihak dan siap ambil tindakan balasan demi lindungi kepentingan nasional.
![]() |
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Foto: Reuters) |
China menyampaikan penolakan keras terhadap kebijakan tarif baru yang diumumkan Amerika Serikat dan menyatakan siap mengambil langkah-langkah balasan demi melindungi kepentingannya. Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Perdagangan China tak lama setelah pernyataan resmi dari Gedung Putih.
Menurut pernyataan tersebut, kebijakan tarif baru yang disebut sebagai "tarif timbal balik" dinilai bertentangan dengan prinsip perdagangan global. China menilai langkah ini sebagai bentuk tekanan sepihak yang merugikan dan tidak adil bagi pihak-pihak yang terdampak.
Sebelumnya, dalam pidatonya di Taman Mawar Gedung Putih pada Rabu waktu setempat, mantan Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan tarif sebesar 34 persen terhadap berbagai produk asal China.
Ia menunjukkan sebuah grafik berisi tarif yang dikenakan oleh sejumlah negara terhadap barang-barang asal AS dan menyebut bahwa Amerika selama ini membayar lebih banyak daripada yang diterimanya.
Trump menjelaskan bahwa tarif baru ini mencakup hambatan perdagangan non-tarif serta bentuk-bentuk ketidakadilan lainnya yang dilakukan oleh mitra dagang. Jika dijumlahkan dengan tarif 20 persen yang telah diberlakukan sejak awal tahun, maka total beban tarif terhadap China mencapai 54 persen. Angka ini hampir menyentuh target 60 persen yang pernah dijanjikan Trump selama masa kampanye.
Langkah AS ini diperkirakan akan semakin memperburuk ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut, dan menambah ketidakpastian dalam rantai pasok global.
Gabung dalam percakapan