Rusia targetkan kapal pemecah es bertenaga nuklir 120 MW untuk kuasai Rute Laut Utara

Generasi baru kapal pemecah es Rusia sangat penting untuk mengubah Jalur Laut Utara melalui Arktik. (iStock)

Rusia berencana untuk meningkatkan jumlah kapal pemecah esnya seiring dengan potensi ekspansi besar Rute Laut Utara sebagai jalur perdagangan utama. Direktur Jenderal Rosatom, Alexei Likhachev, baru-baru ini menyatakan bahwa kebutuhan kapal pemecah es dapat meningkat dari sekitar 10 hingga 11 unit menjadi antara 15 dan 17 unit.

Dalam Forum Arktik Internasional ke-6, Likhachev menyoroti peningkatan volume kargo yang telah mencapai puluhan juta ton, dengan rekor tahun lalu hampir mencapai 38 juta ton. 

Ia juga menyebutkan bahwa Rusia harus bersiap menghadapi skenario di mana volume kargo bisa mencapai ratusan juta ton, berdasarkan masukan dari para pengembang wilayah utara. Saat ini, Rusia mengoperasikan 11 kapal pemecah es, termasuk delapan yang menggunakan tenaga nuklir.

Rencana Pembangunan Kapal Pemecah Es Baru

Likhachev menegaskan perlunya perencanaan untuk menangani volume kargo yang lebih besar, yaitu antara 100 hingga 150 juta ton, sehingga jumlah kapal pemecah es pun harus bertambah menjadi 15 hingga 17 unit. Ia menekankan bahwa pembangunan kapal-kapal tersebut harus segera dilakukan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia telah meningkatkan fokusnya pada penguatan armada pemecah es di wilayah Arktik. Pada November 2024, Moskow mengumumkan peluncuran kapal pemecah es bertenaga nuklir terbaru, Chukotka, yang termasuk dalam Proyek 22220. 

Proyek ini merupakan bagian dari generasi baru kapal pemecah es yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Rute Laut Utara di tingkat global.

Arktik Sebagai Arena Geopolitik Strategis

Rusia melihat Arktik sebagai wilayah strategis dalam persaingan geopolitik, terutama terkait dengan akses dan keamanan sumber daya alam. Kapal pemecah es canggih memungkinkan navigasi sepanjang tahun, menjadikan Rusia sebagai pesaing serius bagi jalur perdagangan tradisional seperti Terusan Suez.

Meskipun kapal pemecah es tidak mengangkut kargo, Likhachev menekankan perlunya pengembangan armada kapal kargo untuk mendukung ekspansi jalur ini. Ia juga menyatakan bahwa Rusia sedang menjajaki kerja sama internasional dengan beberapa negara yang memiliki keahlian dalam industri pembuatan kapal.

Kerja Sama di Rute Laut Utara

Dalam konferensi tersebut, dibahas pula peningkatan kerja sama antara Rusia, India, dan Cina dalam mengembangkan Rute Laut Utara. Selain itu, terdapat diskusi mengenai pengembangan sektor pariwisata dan perhotelan di wilayah Arktik guna menarik tenaga kerja profesional untuk menetap dan bekerja di sana.

Minggu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menegaskan pentingnya penugasan kapal pemecah es generasi baru guna memperkuat posisi Rusia di sektor ini.

Fokus Rusia pada Armada Kapal Pemecah Es

Putin menekankan bahwa Rusia sudah memiliki armada kapal pemecah es terbesar di dunia dan perlu terus memperkuat posisinya dengan mengoperasikan lebih banyak kapal pemecah es generasi baru, termasuk yang bertenaga nuklir, yang saat ini hanya dimiliki oleh Rusia.

Selain itu, Rusia tengah mempertimbangkan pengembangan Rute Laut Utara Besar yang menghubungkan Murmansk ke Vladivostok. Rencana ini mencakup integrasi dengan infrastruktur transportasi yang ada, termasuk jalur perairan pedalaman, jaringan kereta api, serta pembangunan pelabuhan laut dalam baru.
Howdy! How can we help you today?
Type here...