Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
Kaja Kallas kritik tarif AS, sebut perang dagang rugikan konsumen dan dorong UE perkuat industri pertahanan sendiri.
![]() |
Siapa yang jadi pemenang dalam perang dagang? (Foto/X/@nabilajamal_) |
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa tidak ada pihak yang benar-benar menang dalam perang dagang. Hal ini ia sampaikan setelah Amerika Serikat mengumumkan tarif baru sebesar 20% terhadap produk-produk dari Eropa.
"Tarif-tarif seperti ini hanya akan berdampak pada konsumen, karena menyebabkan harga barang naik," ujarnya di sela-sela pertemuan para menteri pertahanan di Polandia.
Menurutnya, Uni Eropa kini perlu memikirkan strategi untuk memperkuat industri pertahanannya sendiri.
“Kami selama ini banyak membeli dari Amerika, tapi sudah saatnya kami mulai mendiversifikasi sumber dan memperkuat kemampuan produksi di dalam negeri,” tambah Kallas. Ia juga menyebut bahwa Uni Eropa akan mencari mitra baru dalam hal pasokan senjata.
Ia menjelaskan bahwa negara-negara Eropa telah menyediakan lebih dari separuh pasokan amunisi untuk Ukraina, namun ia menekankan perlunya percepatan dalam pengiriman bantuan.
“Kita perlu bertindak lebih cepat. Semakin cepat bantuan sampai, semakin besar dampaknya di medan tempur,” katanya.
Kallas menyampaikan harapannya bahwa dalam pertemuan kali ini, akan diumumkan tambahan bantuan jangka pendek untuk Ukraina. “Kekuatan di medan perang akan menentukan posisi saat negosiasi. Semakin kuat di lapangan, semakin kuat di meja perundingan,” tutupnya.
Gabung dalam percakapan