Tiongkok Nilai Indonesia Cocok Pakai Kapal Induk Ringan Italia, Ini Alasannya
kapal induk ringan kelas Garibaldi sesuai dengan karakter negara kepulauan dan keterbatasan anggaran pertahanan.
![]() |
Kapal induk Giuseppe Garibaldi menjadi salah satu kapal yang diincar Indonesia. (Reddit) |
Meskipun Indonesia bukanlah negara adidaya, kapal induk ringan seperti kelas Garibaldi yang berukuran kecil dianggap cukup sesuai bagi negara kepulauan seperti Indonesia, yang memiliki ribuan pulau tersebar.
Untuk angkatan laut negara-negara besar, kapal induk ringan dengan bobot sekitar 10.000 ton memang memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan tempur menyeluruh.
Negara-negara besar umumnya membutuhkan kapal induk berbobot minimal 60.000 ton untuk mendukung operasi pertahanan udara jarak jauh maupun peperangan anti-kapal selam secara efektif.
Kapal serbu amfibi STOVL dengan bobot 40.000 ton mungkin dapat dianggap mencukupi dalam beberapa skenario, namun tetap belum memenuhi tuntutan modern dan dianggap sudah ketinggalan zaman.
Sementara itu, Indonesia diperkirakan memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1.542,37 miliar dolar AS pada tahun 2024. Anggaran militernya mencapai 124,3 triliun rupiah tahun ini dan diproyeksikan meningkat menjadi 165,2 triliun rupiah (sekitar 10,6 miliar dolar AS) pada tahun 2025.
Dengan kondisi ekonomi dan alokasi anggaran militer yang cukup baik, Indonesia bisa saja mengoperasikan kapal induk ringan berbobot 10.000 hingga 20.000 ton tanpa kendala berarti.
Namun, kapal induk dengan bobot 60.000 ton akan terlalu besar untuk ditangani. Bahkan jika kapal tersebut diberikan secara gratis, biaya operasional dan pemeliharaannya tetap akan menjadi beban berat bagi Indonesia.
Dengan lebih dari 10.000 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki karakteristik maritim yang unik. Meskipun anggaran militernya tergolong kecil dibandingkan negara besar, proporsi pengeluaran untuk angkatan laut cukup signifikan.
Indonesia menaruh perhatian besar pada kekuatan maritim dan kemampuan pendaratan amfibi. Saat ini, Indonesia telah mengoperasikan lima kapal pendarat dermaga kelas Makassar berbobot 11.300 ton, serta dua kapal rumah sakit yang dibangun berdasarkan desain kapal pendaratan yang sama.
Kalau kamu mau versi yang lebih formal, lebih kasual, atau dengan penekanan pada aspek tertentu (militer, ekonomi, geopolitik, dll), tinggal bilang aja!
Gabung dalam percakapan